Strategi, Taktik dan Implementasi Managemen Strategik

March 12, 2014 on 4:16 pm | In Uncategorized | No Comments

Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.

Di dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif.

Strategi dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan waktu yang lebih singkat, walaupun pada umumnya orang sering kali mencampuradukkan ke dua kata tersebut.

Dalam kamus wikipedia, strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.

Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategos yang artinya “komandan militer” pada zaman demokrasi  Athena.

Sedangkan taktik adalah cara pencapaian tujuan dalam tingkat operasional pelaksanaan yang mempunyai rentang waktu yang relatif pendek.

Dalam bidang organisasi perusahaan seringkali kata strategi dapat mempunyai arti penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang suatu perusahaan dan alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu.

Perusahaan memiliki tujuan yang akan dicapai, dengan adanya visi dan misi dalam struktur organisasinya. Strategi sebagai visi yang akan dicapai dengan ruang lingkup yang lebih luas dan jangka waktunya yang lebih panjang. Strategi biasanya disusun olet Top Manajemen perusahaan. Sedangkan taktiknya merupakan misi-misi yang akan diterapkan dan dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi tersebut, biasanya taktik disusun dan direncanakan oleh middle manajemen

Perbedaan istilah stratregi dan taktik  menurut Fitri Lukiastuti Kurniawan dalam bukunya yang berjudul “ Manajemen Strategik dalam  Organisasi” adalah :

1.    Dari sudut pandang tingkat perilaku, strategi dikembangkan pada manajemen tingkat puncak dan berhubungan dengan pengambilan keputusan dalam level puncak, sedangkan taktik dirumuskan pada tingkat manajemen yang lebih rendah.

2.    Berdasarkan tingkat keteraturannya, perumusan strategi  adalah berkesinambungan namun tidak teratur karena harus menyesuaikan dengan dinamika yang terjadi. Sementara. Taktik ditentukan atas dasar siklus periodik dengan jangka waktu relatif tetap, seperti hanya anggaraan tahunan.

3.    Atas dasar jumlaha alternatif kemungkinan, strategi mempunyai lebih banyak pilihan daripada taktik.

4.    Dari sisi rentang waktu, strategi lebih mengarah kepada jangka panjang, sedangkan taktik lebih mengacu pada hasil dalam jangka pendek.

5.    Mengingat bahwa taktik diterapkan pada tingkatan hirarki yang lebih rendah, maka taktik cenderung lebih rinci tergambar.

Misalnya pada perusahaan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) :

Visi perusahaan :
Menjadi perusahaan penyalur sepeda motor Yamaha terbaik di Indonesia.
Misi perusahaan:
Mengembangkan bisnis melalui produk-produk Yamaha yang berkualitas asli Jepang, terdistribusi secara regional Indonesia Timur dengan dasar customer satisfaction dan information technology.

Perusahaan tersebut memiliki beberapa taktik yang akan ditempuh untuk menjadikan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mencapai tujuan atau visi perusahaannya, yakni menjadi distributor sepeda motor Yamaha terbaik di Indonesia.

Taktik 1 : Berani mengambil risiko, untuk kesempatan pertama.
Strategi ini digunakan Yamaha, untuk menyalip dominasi Honda di tikungan keragu-raguan Honda untuk me- release produk Motor tipe skutik. Sedangkan Yamaha melihatnya sebagai suatu kesempatan (dengan segala risikonya) yang harus diambil. Seakan-akan Yamaha nothing to loose dalam menjalankan strateginya tersebut, karena kalau berhasil, dia akan menjadi pioneer dan menjadi breakthrough dalam hal inovasi produk, sedangkan kalaupun gagal diterima masyarakat alhasil, Yamaha berani mengambil risiko, mengadu peruntungan dengan ‘mengambil peluang’ untuk meluncurkan skuter matic pertama di Indonesia: Yamaha Mio, pada tahun 2004! Langkah ini rupanya berjalan sukses dan berhasil menjadikan Yamaha sebagai pioneer produk skutik, sekaligus merebut pangsa pasar Honda ketika itu. Keragu-raguan Honda untuk me-release skutik pertamanya ternyata harus dibayar mahal dengan semakin kuatnya image di masyarakat bahwa motor skutik adalah Yamaha Mio. Honda Vario yang dipasarkan setelah itu pun, cukup’tergopoh-gopoh’ dalam hal penjualannya dan tidak mampu mengatasi ketangguhan penjualan Yamaha Mio. Dilain sisi, Yamaha tengah menikmati hasil  peruntungannya,serta dengan percaya diri memasang slogan “Yang lain Makin ketinggalan”.

Taktik 2 : Menciptakan proyek inovasi (Inovation Project ).
Semakin tinggi nilai inovasi suatu produk maka semakin besar peluang produk tersebut untuk diminati oleh masyarakat. Bila melihat perilaku konsumtif masyarakat Indonesia yang relative lebih tertarik dengan hal yang baru maka Yamaha perlu menciptakan berbagai inovasi pada produknya khususnya sepeda motor injeksi. Dalam hal ini inovasi (kebaruan) produk sepeda motor injeksi dapat dititikberatkan pada style produk.
Caranya adalah melahirkan produk yang lebih stylist dengan beberapa modifikasi dari produk yang sudah ada seperti V-ixion FI. Varian V-ixion FI sangat potensial untuk dijadikan proyek inovasi yaitu dengan cara meningkatkan kinerja kendaraan, kehandalan, dan nilai estetik. Selain bisa berinovasi dengan produk lama (memperbaiki mutu produk), Yamaha juga dapat melakukan inovasi pada produk baru. Dalam hal ini, Yamaha dituntut untuk berani tampil beda.

Taktik 3 : Menciptakan harga dan kualitas produk yang bersaing (Kompetitif).
Tidak dapat dipungkiri bahwa tolak ukur larisnya sebuah produk termasuk sepeda motor sangat ditentukan oleh kualitas dan harga. Semakin rendah harga produk namun kualitasnya tinggi maka itulah yang akan menjadi incaran masyarakat. Oleh sebab itu Yamaha harus mampu menekan harga jual produk sekaligus spare part nya agar lebih rendah dari pesaing lainnya. Atau dapat juga memberikan produk dengan kualitas lebih tinggi dari pesaing lainnya dengan harga yang masih bersaing.

Taktik 4 : Meningkatkan kualitas pelayanan konsumen (Exellent Service ).
Filosofi yang patut diusung oleh Yamaha adalah pelayanan prima (exellent service ) bagi konsumen. Palayanan prima yang dimaksud adalah pelayanan ( service ) Yamaha yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Pelanggan yang puas adalah seseorang yang merasa
mendapat value dari produsen. Value ini dapat berupa produk yang berkualitas, sistem yang baik bahkan berkaitan dengan emosi. Dalam konteks teori customer behavior , kepuasan dapat didefinisikan sebagai perspektif pengalaman konsumen setelah mengkonsumsi atau menggunakan suatu produk atau jasa. Oleh sebab itu, pelanggan tidak akan puas bila harapannya terhadap suatu produk belum terpenuhi.

No Comments yet »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>