Etika Bisnis dalam Buku The Essence of Business Ethic

October 13, 2014 on 5:04 pm | In Uncategorized | No Comments

 

Berikut ini adalah kesimpulan dari Bab I “Etika Bisnis”

 

Daftar pustaka : Pratley, Peter. 1997. The Essence of Business Ethic. diterjemahkan oleh Gunawan Prasetio. Yogyakarta: Andi.

 

 

 

Etika adalah suatu cabang ilmu filsafat. Tujuannya adalah mempelajari perilaku, baik moral maupun immoral, dengan tujuan membuat pertimbangan yang cukup beralasan dan akhirnya sampai pada rekomendasi yang memadai.

 

Etika hanya mempelajari satu jenis pertimbangan normatif, pertimbangan moral diperlukan dalam praktek moral setiap hari.

 

Pertimbangan moral dihasilkan dari penilaian fakta-fakta dengan menggunakan standar moral. Standar-standar ini seringkali tetap implisit dan secra umum diambil seagaimana adanya oleh agen moral.

 

Standar-standar moral terpisah dari harapan normatiif lainnya, meskipun ada hal-hal yang tumpang tindih. Dari sudit pandang prktis, adalah penting untuk menghargai hrapan moral yang dirasakan secara mendalam, yang mungkin malahan diperkuat oleh perasaan pemberontakan setelah suatu kekerasan yang serius. Secara umum, standar-standar moral :

 

a)      Berkaitan dengan hal-hal yang berakibat serius bagi kesejahteraan manusia, hewan dan lingkungan ;

 

b)      Tidak diadakan hanya karena keputusan dari penguasa legal;

 

c)       Mengatasi minat egosentris tanpa pertimbangan terhadap hal lainnya;

 

d)      Menyatakan beberapa kesamaan dan keadilan yang ideal;

 

e)      Melibatkan perasaan emosi tertentu dan pikiran memberontak dan kemarahan.

 

Etika deskriptif hanya menjelaskan perilaku dan pertimbangan moral

 

Etika normatif merumuskan secara filsafat teori-teori yang masuk akal dengan suatu dorongan yang memberikan petunjuk. Sebuah teori etika normatif tidak hanya memberi gambaran bila ia menilai praktek yang ada berdasarkan standar moral eksplisit yang menunjukkan apa yang harus dilakukan dalam situasi itu.

 

Etika normatif adalah suatu cabang ilmu filsafat yang mempelajari pertimbangan moral. Tujuannya menilai perilaku moral masa lalu dengan menggunakan standar-standar moral yang telah didenifisikan dengan jelas, dan mencoba merumuskan petunjuk untuk situasi yang baru. Dengan menguraikan standar-dtandar moral dengan jelas supaya dapat digunakan untuk pokok persoalan moral yang nyata, etika dapat memberikan kerangka pemikiran yang menyeluruh dari pokok persoalan moral ini. Jadi, etika normatif adalah suatu refleksi filsafat pada moralitas konvensional.

 

Pendapat umum, tentang etika normatif bertahan bahwa sebenarnya petunjuk yang nyata sangat bervariasi, dan norma-norma moral berbeda. Tetapi, nilai-nilai umum tertentu memang ada. Manusia beradab, termasuk kebanyakan orrang bisnis, berhubungan langsung dengan kesusilaan dan kehormatan umat manusia. Nilai-nilai dasar ini dapat dirumuskan dengan baik dengan cara negatif: Jangan membunuh, menyiksa, memperkosa atau mengeksploitir.

 

Relativisme antropologi atau deskriptif cukup dapat diterima dan memiliki kemampuan dasar dalam komunikasi manusia. Ia juga mensyaratkan bahwa untuk memperoleh tanggapan sah dari teman berbicara kita, kita perlu mengenal betul norma-norma, nilai-nilai, dan kebiasaan-kebiasaan budayanya. Akibatnya kebiasaan asing tidak boleh dinilai hanya dengan menggunakan norma-norma kita sendiri.

 

Pemakaian praktis etika normatif yang terletak pada studi cermat tentang kasus-kasus tertentu, sering menjelajahi dilema antara nilai-nilai yang berlawanan. Analisis etis dan pertimbangan dimungkinkan dengan mengembangkan pendapat-pendapat yang lengkap tentang bagaimana menengahi barbagai nilai dan keprihatinan strategis jika menghadapi dilema moral.

 

Gambar Cover Buku :

20141007_165723

 

 

Gambar Daftar Isi Buku:

 

 

 

20141007_170000

No Comments yet »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>