Etika Bisnis : Membandingkan Iklan Lenovo & Iklan Treq di Surabaya

January 6, 2015 on 4:24 pm | In Uncategorized | No Comments

TUGAS ETIKA BISNIS

 

MEMBANDINGKAN DAN MENGANALISA DUA IKLAN YANG SEJENIS DALAM ETIKA IKLAN

 logo naro costumes

OLEH :

NOR FARIDAH

01112046

  

UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA

TAHUN 2014

 

IKLAN

Iklan adalah berita pesanan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yg ditawarkan pemberitahuan kpd khalayak mengenai barang dan jasa yang dijual, dipasang dimedia massa seperti koran dan majalah, atau di tempat-tempat umum (Kamus besar  bhs Indonesia)

Iklan adalah komunikasi nonpersonal informasi biasanya dibayar dan biasanya persuasif di alam tentang produk, jasa atau ide oleh sponsor diidentifikasi melalui berbagai media.” (Bovee, 1992, hal 7.)

 

IKLAN LENOVO & TREQ

Banyak iklan yang ada didalam Hitech Mall ini tapi saya lebih tertarik membandingan iklan elektronik yaitu produk Lenovo dan Treq . Mengapa saya tertarik untuk membandingkan ini karena kedua iklan ini dalam penulisan iklannya sangatlah berbeda antara iklan pada  Lenovo dengan Treq .

 

MENGANALISIS PRODUK ELEKTRONIK

  1. PRODUK LENOVO

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Lokasi HITECH Mall Lantai Dasar Surabaya

 

  • PENGGUNAAN BAHASA DALAM IKLAN

Produk Elektronik Lenovo ini dalam penulisan iklannya cukup baik bagi kalangan menengah keatas untuk kalangan menengah kebawah mungkin ada yang kurang mengerti mengenai tata cara penulisan iklan tersebut karena mungkin bagi calon pelanggan laptop ini untuk kalangan menengah kebawah kurang mengerti untuk tata cara pembacanya atau pun tidak mengerti arti dari penulisan iklan tersebut tapi keunggulan dari iklan ini adalah menunjukkan keunggulan prodaknya dan variasi atau berbagai macam prodak ini .Iklan ini dalam penulisan bahasanya juga tidak dicantumkan lokasi tempat penjualan alat elektronik tersebut serta harga yang terpromosi melalui diskon potongan harga.

 

  • LOKASI IKLAN

Iklan ini lokasinya sangatlah strategis dan juga sangatlah mudah untuk dilihat sama calon pelanggan elektronik karena untuk penetapan iklan ini ditempatkan didalam Mall Lantai dasar yang dibawahnya tempat pengambilan hadiah jadi secaratidak langsung untuk para calon pelanggan elektronik ini bisa melihat iklan tersebut selagi menunggu antri dalam pengambilan hadiah .

 

  • PELANGGARAN IKLAN

Menurut saya untuk penulisan dan penetapan iklan ini tidak ada pelanggaran baik itu dalam penulisan serta tempat untuk pemasangan iklan

 

 

  1. PRODUK TREQ

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Lokasi HITECH Mall Lantai Dasar Surabaya

  • PENGGUNAAN BAHASA DALAMI KLAN

Produk Elektronik Treq  ini dalam penulisan iklannya cukup baik bagi kalangan menengah keatas untuk mungkin mengerti tentang penulisan iklan tersebut tapi untuk kalangan menengah kebawah mungkin belum begitu paham mengenai iklan ini baik itu dalam bahasa ataupun kegunaan produk dari iklan ini .Mungkin untuk kalangan pelanggan  menegah keatas semakin simpel atau ringkas iklannya maka itu yang menjadi daya tarik oleh pelanggan tapi bagi pelanggan menengah kebawah iklan ini sangatlah sulit untuk dimengerti karena mereka masih awam dan tidak tahu tentang iklan tersebut .

 

  • LOKASI IKLAN

Iklan ini lokasinya sangatlah strategis dan juga sangatlah mudah untuk dilihat sama calon pelanggan elektronik karena untuk penetapan iklan ini ditempatkan didalam Mall Lantai dasar yang dibawahnya tempat pengambilan hadiah jadi secaratidak langsung untuk para calon pelanggan elektronik ini bisa melihat iklan tersebut selagi menunggu antri dalam pengambilan hadiah .

 

 

  • PELANGGARAN IKLAN

Menurut saya untuk penulisan dan penetapan iklan ini tidak ada pelanggaran baik itu dalam penulisan serta tempat untuk pemasangan iklan

 

  1. PERBANDINGAN
  • DALAM BAHASA

Iklan Lenovo dalam bahasa iklannya sangatlah detail diiklan ini terdapat beberapa keunggulan dari prodak ini dan juga terdapat beraneka macam prodak yang dijualkan . sedangkan untuk produk Treq  untuk penulisan iklannya sangatlah singkat dan tidak tercantum untuk keunggulan serta beraneka macam produknya.Walaupun didalam Iklan Lenovo  sudah sangatlah menarik bagi para coustamer awam atau kelas mengah kebawah dan meskipun harganya yang lebih mahal dibandingkan produk Treq .Tapi bagi kalangan menegah keatas Lenovo tetap  lebih unggul dibandingkan Treq karena untuk kalangan menengah keatas mereka lebih melihat kwalitasnya dan brandnya yang lebih diunggulkan untuk masalah iklan bagi para peminat menengah keatas iklan yang simple dan tersembunyi dalam penulisannya itu yang menjadi daya tariknya untuk membelinya .

  • DALAM LOKASI

Untuk penggunaan lokasi kedua iklan ini sangatlah strategis dan sangatlah tepat untuk mempromosikan iklan ini .

  • PELANGGARAN

Untuk kedua iklan ini menurut saya tidak ada pelanggaran baik itu terkait dengan tempatnya maupun jenis iklan yang digunakannya .

 

 

 

Contoh Kasus Etika Bisnis : Calo Tiket Pesawat di Bandara Besar

October 13, 2014 on 5:29 pm | In Uncategorized | No Comments

Sumber                        : Koran Jawa pos

Hari, Tanggal              : Minggu, 12 Oktober 2014

 

20141012_203231

Contoh Kasus

Keberadaan calo-calo tiket pesawat di beberapa bandara besar membuat kenyamanan para pcalon penumpang merasa terganggu. Bukan tanpa upaya, hanya saja calo-calo tersebut masih bisa beroperasi di bandara tersebut tanpa adanya keragu-raguan, bahkan mereka beroperasi secara terang-terangan. Upaya yang terus dilakukan untuk memberantas praktik para calo tersebut masih kurang tegas dan maksimal. Karena ketika pihak crew jawa pos konfirmasi tentang keberadaancalo tersebut, ada diantara mereka yang belum mengetahui keberadaan tersebut. Rencana aksi pembenahan tata kelola masih terus dilakukan hingga desember ini.

 

Seiring dengan berkembangnya zaman, banyak bisnis atau usaha berkembang dengan sangat pesat. Pada dasarnya bisnis atau usaha yang berkembang pada saat ini dilatar belakangi oleh keinginan masyarakat untuk menigkatkan taraf hidup mereka secara ekonomi.

 

Pada dasarnya suatu bisnis atau usaha harus memenuhi kriteria agar dapat beroperasi, baik kriteria secara tertulis ( peraturan atau syarat yang berlaku) maupun tidak tertulis (secara normatif). Tetapi sayangnya pada era yang sangat maju ini banyak bisni atau usaha yang mementingkan keuntungan semata tanpa memperhatikan segi-segi etika yang mempengaruhi pihak lain. Tentu saja hal semacam ini akan sangat membahayakan bagi para konsumen.

Ketatnya persaingan usaha, banyak perusahaan yang mengabaikan kualitas keamanan, kesehatan bahkan keselamatan bagi para konsumennya. Salah satunya adalah pemberantassan calo tiket pesawat yang terjadi bahkan ada di beberapa bandara besar di Indonesia. Pemberantasan tersebut sudah dilakukan beberapa upaya hingga target waktu yang ingin dicapai. Tapi usaha tersebut kurang maksima, karena nyatanya masih saja ada calo yang beraktifitas di bandara-bandara tersebut bahkan secara terang-terangan mereka melakukan operasinya. Bukan hanya itu, keadaan calo tersebut juga sangat mengganggu bahkan merugikan para calon penumpang.

 

Keadaan tersebut sebagian sudah diketahui oleh beberapa oknum yang bertanggung jawab untuk mengatasi permasalahan tersebut, tetapi juga ada oknum yang belum mengetahuinya. Dari hal tersebut diketahui bahwa kurang adanya komunikasi bahkan kerjasama yang baik serta langkah serius untuk memberantas para calo-calo tersebut.

 

Landasan Teori

Etika bisnis merupakan etika yang berlaku dalam kelompok para pelaku bisnis dan semua pihak yang terkait dengan eksistensi korporasi termasuk dengan para competitor. Etika itu sendiri merupakan dasar moral, yaitu nilai-nilai mengenai apa yang baik dan buruk serta berhubungan dengan hak dan kewajiban moral.

Dalam etika bisnisberlaku prinsip-prinsip yang seharusnya dipatuhi oleh para pelaku bisnis. Prinsip dimaksud adalah :

  1. Prinsip otonomi, yaitu kemampuan mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawab secara moral atas keputusan yang diambil.
  2. Prinsip kejujuran, bisnis tidak akan bertahan lama apabila tidak berlandaskan kejujuran karena kejujuran merupakan kunci keberhasilan suatu bisnis (missal, kejujuran dalam pelaksanaan kontrak, kejujuran terhadap konsumen, kejujuran dalam hubungan kerja dan lain-lain).
  3. Prinsip keadilan, bahwa tiap orang dalam berbisnis harus mendapat perlakuan yang sesuai dengan haknya masing-masing, artinya tidak ada yang boleh dirugikan haknya.
  4. Prinsip saling menguntungkan, agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan, demikian pula untuk berbisnis yang kompetitif.
  5. Prinsip integritas moral, prinsip ini merupakan dasar dalam berbisnis dimana para pelaku bisnis dalam menjalankan usaha bisnis mereka harus menjaga nama baik perusahaan agar tetap dipercaya dan merupakan perusahaan terbaik.

Penerapan etika bisnis sangat penting terutama dalam menghadapi era pasar bebas dimana prusahaan-perusahaan harus dapat bersaing berhadapan dengan kekuatan perusahaan asing. Perusahaan asing ini biasanya memiliki kerkuatan yang lebih terutama mengenai bidang SDM , Manajemen, Modal dan Teknologi.

Bisnis tidak dapat dinilai dengan nilai etika karena kegiatan pelaku bisnis, adalah melakukan sebaik mungkin kegiatan untuk memperoleh keuntungan. Sehingga yang menjadi pusat pemikiran mereka adalah bagaimana memproduksi, memasarkan atau membeli barang dengan memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Perilaku bisnis sebagai suatu bentuk persaingan akan berusaha dengan berbagai bentuk cara dan pemanfaatan peluang untuk memperoleh keuntungan.

Apa yang diungkapkan diatas adalah tidak benar karena dalam bisnis yang dipertaruhkan bukan hanya uang dan barang saja melainkan juga diri dan nama baik perusahaan serta nasib masyarakat sebagai konsumen. Perilaku bisnis berdasarkan etika perlu diterapkan meskipun tidak menjamin berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, akan tetapi setidaknya akan menjadi rambu-rambu pengaman apabila terjadi pelanggaran etika yang menyebabkan timbulnya kerugian bagi pihak lain.

Masalah pelanggaran etika sering muncul antara lain seperti, dalam halmendapatkan ide usaha, memperoleh modal, melaksanakan proses produksi, pemasaran produk, pembayaraan pajak, pembagian keuntungan, penentuan mutu, penentuan harga, pembajakan tenaga professional, blow-upproposal proyek, penguasaan pangsa pasar dalam satu tangan, persengkokolan, mengumumkan propektis yang tidak benar, penekanan upah buruh dibawah standard, insider traiding dan sebagainya. Ketidaketisan perilaku berbisnis dapat dilihat hasilnya, apabilamerusak atau merugikan pihak lain. Biasanya factor keuntungan merupakan hal yang mendorong terjadinya perilaku tidak etis dalam berbisnis.

Suatu perusahaan akan berhasil bukan hanya berlandaskan moral dan manajemen yang baik saja, tetapi juga harus memiliki etika bisnis yang baik. Perusahaan harus mampu melayani kepentingan berbagai pihak yang terkait. Ia harus dapat mempertahankan mutu serta dapat memenuhi permintaan pasar yang sesuai dengan apa yang dianggap baik dan diterima masyarakat. Dalam proses bebas dimana terdapat barang dan jasa yang ditawarkan secara kompetitif akan banyak pilihan bagi konsumen, sehingga apabila perusahaan kurang berhati-hati akan kehilangan konsumennya.

Perilaku tidak etis dalam kegiatan bisnis sering juga terjadi karena peluang-peluang yang diberikan oleh perturan perundang-undangan yang kemudian disahkan dan disalah gunakan dalam penerapan dan kemudian dipakai sebagai dasar untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar etika bisnis.

Etika Bisnis dalam Buku The Essence of Business Ethic

October 13, 2014 on 5:04 pm | In Uncategorized | No Comments

 

Berikut ini adalah kesimpulan dari Bab I “Etika Bisnis”

 

Daftar pustaka : Pratley, Peter. 1997. The Essence of Business Ethic. diterjemahkan oleh Gunawan Prasetio. Yogyakarta: Andi.

 

 

 

Etika adalah suatu cabang ilmu filsafat. Tujuannya adalah mempelajari perilaku, baik moral maupun immoral, dengan tujuan membuat pertimbangan yang cukup beralasan dan akhirnya sampai pada rekomendasi yang memadai.

 

Etika hanya mempelajari satu jenis pertimbangan normatif, pertimbangan moral diperlukan dalam praktek moral setiap hari.

 

Pertimbangan moral dihasilkan dari penilaian fakta-fakta dengan menggunakan standar moral. Standar-standar ini seringkali tetap implisit dan secra umum diambil seagaimana adanya oleh agen moral.

 

Standar-standar moral terpisah dari harapan normatiif lainnya, meskipun ada hal-hal yang tumpang tindih. Dari sudit pandang prktis, adalah penting untuk menghargai hrapan moral yang dirasakan secara mendalam, yang mungkin malahan diperkuat oleh perasaan pemberontakan setelah suatu kekerasan yang serius. Secara umum, standar-standar moral :

 

a)      Berkaitan dengan hal-hal yang berakibat serius bagi kesejahteraan manusia, hewan dan lingkungan ;

 

b)      Tidak diadakan hanya karena keputusan dari penguasa legal;

 

c)       Mengatasi minat egosentris tanpa pertimbangan terhadap hal lainnya;

 

d)      Menyatakan beberapa kesamaan dan keadilan yang ideal;

 

e)      Melibatkan perasaan emosi tertentu dan pikiran memberontak dan kemarahan.

 

Etika deskriptif hanya menjelaskan perilaku dan pertimbangan moral

 

Etika normatif merumuskan secara filsafat teori-teori yang masuk akal dengan suatu dorongan yang memberikan petunjuk. Sebuah teori etika normatif tidak hanya memberi gambaran bila ia menilai praktek yang ada berdasarkan standar moral eksplisit yang menunjukkan apa yang harus dilakukan dalam situasi itu.

 

Etika normatif adalah suatu cabang ilmu filsafat yang mempelajari pertimbangan moral. Tujuannya menilai perilaku moral masa lalu dengan menggunakan standar-standar moral yang telah didenifisikan dengan jelas, dan mencoba merumuskan petunjuk untuk situasi yang baru. Dengan menguraikan standar-dtandar moral dengan jelas supaya dapat digunakan untuk pokok persoalan moral yang nyata, etika dapat memberikan kerangka pemikiran yang menyeluruh dari pokok persoalan moral ini. Jadi, etika normatif adalah suatu refleksi filsafat pada moralitas konvensional.

 

Pendapat umum, tentang etika normatif bertahan bahwa sebenarnya petunjuk yang nyata sangat bervariasi, dan norma-norma moral berbeda. Tetapi, nilai-nilai umum tertentu memang ada. Manusia beradab, termasuk kebanyakan orrang bisnis, berhubungan langsung dengan kesusilaan dan kehormatan umat manusia. Nilai-nilai dasar ini dapat dirumuskan dengan baik dengan cara negatif: Jangan membunuh, menyiksa, memperkosa atau mengeksploitir.

 

Relativisme antropologi atau deskriptif cukup dapat diterima dan memiliki kemampuan dasar dalam komunikasi manusia. Ia juga mensyaratkan bahwa untuk memperoleh tanggapan sah dari teman berbicara kita, kita perlu mengenal betul norma-norma, nilai-nilai, dan kebiasaan-kebiasaan budayanya. Akibatnya kebiasaan asing tidak boleh dinilai hanya dengan menggunakan norma-norma kita sendiri.

 

Pemakaian praktis etika normatif yang terletak pada studi cermat tentang kasus-kasus tertentu, sering menjelajahi dilema antara nilai-nilai yang berlawanan. Analisis etis dan pertimbangan dimungkinkan dengan mengembangkan pendapat-pendapat yang lengkap tentang bagaimana menengahi barbagai nilai dan keprihatinan strategis jika menghadapi dilema moral.

 

Gambar Cover Buku :

20141007_165723

 

 

Gambar Daftar Isi Buku:

 

 

 

20141007_170000

Makalah E-bisnis

March 24, 2014 on 4:40 pm | In Uncategorized | No Comments

BACA MAKALAH LENGKAP & UNDUH—>

BAB I

PENDAHULUAN

Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, telah menciptakan jenis-jenis dan peluang-peluang bisnis yang baru di mana transaksi-transaksi bisnis makin banyak dilakukan secara elektronika. Sehubungan dengan perkembangan teknologi informasi tersebut memungkinkan setiap orang dengan mudah melakukan perbuatan hukum seperti misalnya melakukan jual-beli. Perkembangan internet memang cepat dan memberi pengaruh signifikan dalam segala aspek kehidupan kita. Internet membantu kita sehingga dapat berinteraksi, berkomunikasi, bahkan melakukan perdagangan dengan orang dari segala penjuru dunia dengan murah, cepat dan mudah. beberapa tahun terakhir ini dengan begitu merebaknya media internet menyebabkan banyaknya perusahaan yang mulai mencoba menawarkan berbagai macam produknya dengan menggunakan media ini. Dan salah satu manfaat dari keberadaan internet adalah sebagai media promosi suatu produk. Suatu produk yang dionlinekan melalui internet dapat membawa keuntungan besar bagi pengusaha karena produknya di kenal di seluruh dunia.

Penggunaan internet tidak hanya terbatas pada pemanfaatan informasi yang dapat diakses melalui media ini, melainkan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan transaksi perdagangan yang sekarang di Indonesia telah mulai diperkenalkan melalui beberapa seminar dan telah mulai penggunaannya oleh beberapa perusahaan yaitu electronic commerce atau yang lebih dikenal dengan E-Commerce, yang merupakan bentuk perdagangan secara elektronik melalui media internet. E-Commerce pada dasarnya merupakan suatu kontak transaksi perdagangan antara penjual dan pembeli dengan menggunakan media internet. Jadi proses pemesanan barang dikomunikasikan melalui internet.

Keberadaan E-Commerce merupakan alternatif bisnis yang cukup
Continue reading Makalah E-bisnis…

Proses perusahaan menyusun Visi, Misi,Tujuan dan Sasaran dalam implementasi Manajemen strategi

March 19, 2014 on 3:10 pm | In Uncategorized | No Comments

Manajemen strategi merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakanya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran didalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan. Sedangkan pengertian manajemen strategi menurut Hadar Nawawi (2005;148-149), adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil, agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operasional untuk menghasilkan barang dan / atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organisasi.

Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsur-unsurnya sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situasional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik.

Analisis lingkungan adalah suatu proses monitoring terhadap lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mengidentifikasikan peluang (opportunities) dan tantangan (threads) yang mempengaruhi kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya. Tujuan dilakukan analisis lingkungan adalah mengantisipasi lingkungan organisasi sehingga dapat berreaksi secara cepat dan tepat untuk mensukseskan organisasi. Analisis lingkungan adalah suatu proses yang digunakan perencanan-perencanaan strategi untuk memantau lingkungan dalam menentukan peluang atau ancaman.

Alfred Chandler mengatakan bahwa strategi adalah suatu penentuan sasaran dan tujuan dasar jangka panjang dari suatu organisasi (perusahaan) serta pengadopsian seperangkat tindakan serta alokasi sumber-sumber yang perlu untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut. Dalam kajiannya tentang strategi, Henry Mintzberg mencatat bahwa setidaknya strategi tidak sekedar memiliki dua elemen definisi, yaitu sebagai perencanaan (plan) dan pola (pattern). Lebih dalam lagi, ia mengungkapkan bahwa definisi strategi telah berkembang dengan tiga ‘P’ baru, yaitu posisi (position), perspektif (perspective), dan penerapan (poly).

Pengertian yang cukup luas manajemen strategi menunjukkan bahwa manajemen merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak kearah yang sama pula. Komponen pertama adalah Perencanaan Strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari Visi, Misi, Tujuan strategi organisasi. Sedang komponen kedua adalah Pelaksanaan Operasional dengan unsur-unsurnya adalah sasaran atau Tujuan Operasional, Pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situasional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik.

Model proses manajemen strategi meliputi tiga tahap :

1. Tahap formulasi strategi, yaitu pembuatan pernyataan visi, misi, dan tujuan,

2. Tahap implementasi strategi, yaitu proses penterjemahan strategi ke dalam tindakan-tindakan.

3. Tahap evaluasi strategi , yaitu proses evaluasi apakah implementasi strategi dapat mencapai tujuan.

Visi Misi dan Tujuan

Setiap organisasi mempunyai tujuan dan alasan yang unik untuk keberadaannya. Keunikan ini harus dicerminkan dalam visi dan misi. Pernyataan visi yang baik mengungkapkan pelanggan, produk atau jassa, teknologi, pasar, pemikiran untuk bertahan hidup (pertumbuhan dan keuntungan), pemikiran untuk karyawan,

pemikiran untuk citra publik/masyarakat, dan perusahaan. Terdapat delapan karakteristik dasar yang berfungsi sebagai kerangka kerja praktis untuk mengevaluasi dan menuliskan pernyataan misi.

Ada 4 Proses perumusan Visi yaitu :

1. Tentukan rentang waktu dan lingkup analisis secara tepat.

2. Identifikasi trend sosial, ekonomi, politik, dan teknologi yang akan mempengaruhi masa depan

3. Identifikasi kondisi persaingan

4. Evaluasi sumber daya dan kapabilitas internal.

Adapun MISI yang ingin dicapai oleh suatu Perusahaan / Organisasi yakni ;

1. Publik atau pengguna jasa yang hendak dilayani

2. Jasa utama yang ditawarkan

3. Wilayah geografis yang dilayani

4. Komitmen organisasi terhadap pilihan teknologi

5. Komitmen organisasi terhadap alternative tujuan

6. Elemen kunci dalam filosofi organisasi

7. Konsep kedirian dan citra organisasi

Analisis Lingkungan Enternal

Analisis lingkungan eksternal merupakan aktivitas memonitor dan mengevaluasi lingkungan eksternal dan internal organisasi kepada orang-orang penting yang ada dalam perusahaan. Lingkungan eksternal dibedakan atas lingkungan makro dan lingkungan industri. Untuk lingkungan tersebut menggunakan metode SWOT (Strength and weaknesses lingkungan internal, Opportunities and Threats untuk analisa lingkungan eksternal).

Lingkungan makro merupakan lingkungan yang secara tidak langsung mempengaruhi keputusan-keputusan strategi perusahaan dalam jangka panjang.

Secara umum lingkungan makro dikategorikan menjadi empat, yaitu :

1. Ekonomi

2. Teknologi

3. Politik dan budaya

4. Sosial budaya

Analisis Lingkungan Internal

Dalam proses perumusan strategi sebuah perusahaan perlu melakukan identifikasi dan evaluasi atas lingkungan bisnis perusahaan. Hasil dari identifikasi dan evaluasi tersebut diharapkan perusahaan dapat mengetahui profil keunggulan strategi perusahaan yang dimiliki. Sehingga dengan demikian perusahaan dapat mengantisipasi peluang bisnis dan menyikapi ancaman bisnis yang ada dengan cepat.

Analisis SWOT

Analisis SWOT merupakan alat yang membantu manajer menentukan dan mengembangkan strategi yang tepat dalam menghadapi persaingan. Namun yang perlu diperhatikan bahwa tujuan dalam menentukan strategi yang digunakan dari hasil SWOT adalah pada dasarnya menghasilkan strategi alternative yang layak, bukan untuk menetapkan strategi yang terbaik. Sehingga seorang manajer dapat menilai bahwa tidak semua strategi dalam SWOT dipilih untuk dikembangkan antara lain :

  1. Strategi Integrasi Vertikal

Strategi integrasi vertical merupakan strategi yang menghendaki perusahaan melakukan penguasaan yang lebih atas distributor, pemasok dan atau para pesaing baik melalui merjer, aukuisisi, atau membuat perusahaan sendiri

Strategi intergrasi dibedakan menjadi tiga, yiatu :

1. Integrasi ke depan merupakan strategi untuk memperoleh kepemilikan atau meningkatkan kendali atas distributor atau pengecer.

2. Integrasi kebelakang merupakan strategi untuk mencari kepemilikan atau meningkatkan kendali atas perusahaan pemasok

3. Integrasi horizontal merupakan strategi untuk mengendalikan para pesaing

Perusahaan tertarik melakukan integrasi vertical didasarkan atas alasan :
1). Dapat menciptakan kenyamanan bagi pendatang baru.
2). Memberikan fasilitas investasi
3). Menjaga kualitas produk
4). Memperbaiki penjadualan.

Meskipun mempunyai manfaat, strategi integrasi vertical juga memiliki kelemahan, yaitu ;
1. Kelemahan dalam hal biaya
2. Teknologi
3. Adanya permintaan berfuluktuasi

  1. Strategi Diversifikasi

Strategi diversifikasi merupakan pendekatan utama strategi pada level koroporasi. T
ingkat (level) strategi diversifikasi dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu :
1. Tingkat diversifikasi rendah
2. Tingkat diversifikasi menengah
3. Tingkat diversifikasi tinggi.

Selain itu juga dikenal dengan istilah diversifikasi related (diversfikasi konsentris) dan diversifikasi unrelated (diversifikasi konglomerat dan diversifikasi horizontal). Perusahaan mengimplementasikan strategi diversifikasi, dilandasi alasan dan motif untuk mempertahankan keunggulan strategis, insentif dan sumber daya, serta motif manajerial. Disamping itu juga didorong oleh lingkungan internal (kinerja yang rendah, ketidakpastian aliran kas mendatang, dan semua pengurangan resiko) dan lingkungan eksternal (peraturan pemerintah, ketentuan pajak, atau aturan-aturan yang baru).

3. Strategi Level Bisnis

Untuk dapat mencapai keunggulan bersaing, perusahaan harus melakukan evaluasi lingkungan ekternal, guna mengidentifikasikan peluang, ancaman, dan kemampuan sumber daya internal untuk menentukan kompetensi inti dan strategi yang akan diimplementasikannya, yang disebut dengan strategi level bisnis. Tipe strategi pada level bisnis ini disebut dengan strategi generik, yang terdiri dari:

1. Cost Leadership (keunggulan biaya)
2. Differentiation (diferensiasi/perbedaan)
3. Focussed Low Cost (fokus pada biaya rendah)
4. Focused Differentiation (focus pada diferensiasi) strategi level fungsional.

Penjabaran strategi pada level fungsional memegang peranan yang sangat menentukan atas berhasil tidaknya sasaran strategi bisnis yang telah ditetapkan, oleh karenanya diperlukan suatu penjabaran aktivitas yang sedetail mungkin atas strategi bisnis yang telah dicanangkan. Penjabaran tersebut selaian memudahkan kontrol dari manajer juga memudahkan bagian pelaksana untuk mengimplementasikan. Pada tingkat strategi fungsional yang cukup strategis adalah

Fungsi produksi dan operasi yang meliputi :

  • Fasiltas dan peralatan
  • Sumber bahan baku
  • Perencanaan dan pengendalian produksi

Fungsi pemasaran yang meliputi

  • Produk
  • Harga
  • Distribusi
  • promosi

Fungsi keuangan yang meliputi

  • Kebutuhan modal
  • Alokasi modal
  • Manajemen dividen dan modal

Fungsi sumber daya manusia yang meliputi

  • Proses rekrutrmen dan orientasi
  • Pengembangan karir dan pelatihan
  • Kompensasi evaluasi, disiplin dan pengendalian

Manajemen strategi mempunyai beberapa dimensi atau bersifat multidimensional. Dimensi dimaksud adalah :

  1. Dimensi waktu dan orientasi masa depan

Manajemen strategi dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensi suatu organisasi berpandangan jauh ke masa depan, dan berperilaku proaktif dan antisipatif terhadap kondisi masa depan yang diprediksi akan dihadapi. Antisipasi masa depan tersebut dirumuskan dan ditetapkan sebagai visi organisasi yang akan diwujudkan 10 tahun atau lebih massa depan.

Visi dapat diartikan sebagai ‘kondisi ideal yang ingin dicapai dalam eksistensi organisasi dimasa depan”. Sehubungan dengan hal diatas Lonnie Helgerson yang dikutip Salusu menyatakan bahwa “ Visi adalah gambaran kondisi masa depan dari suatu organisasi yang belum tampak sekarang tetapi merupakan konsepsi yang dibuat dibaca oleh setiap orang (anggota organisasi). Visi memiliki kekuatan yang mampu mengundang, memanggil, dan menyerukan pada setiap orang.

untuk memasuki masa depan. Visi organisasi harus dirumuskan oleh manajemen puncak (pucuk pimpinan) organisasi”.

  1. Dimensi Internal dan Eksternal

Dimensi internal adalah kondisi organisasi non profit pada saat sekarang, berupa kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan yang harus diketahui secara tepat untuk merumuskan renstra yang berjangka panjang. Analisis terhadap lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan operasional, lingkungan nasional dan lingkungan global (internal), yang mencakup berbagai aspek atau kondisi, seperti kondisi sosial politik,sosial ekonomi, sosial budaya, kependudukan, kemajuan dan perkembangan ilmu dan teknologi, adat istiadat, agama dan lain-lain.

 

  1. Dimensi Pendayagunaan Sumber-Sumber

Sumber daya terdiri dari sumber daya material khususnya berupa sarana dan prasarana, sumber daya finansial dalam bentuk alokasi dana untuk setiap program dan proyek, sumber daya manusia, sumber daya teknologi dan sumber daya informasi.

  1. Dimensi Keikutsertaan Manajemen Puncak

Manajemen strategi yang dimulai dengan menyusun rencana strategi merupakan pengendalian masa depan organisasi, agar eksistensi sesuai dengan visinya dapat diwujudkan, baik pada organisasi yang bersifat privat maupun publik. Rencana strategi harus mampu mengakomodasi seluruh aspek kehidupan organisasi yang berpengaruh pada eksistensinya dimasa depan merupakan wewenang dan tanggungjawab manajemen puncak, karena seluruh kegiatan merealisasikannya merupakan tanggungjawabnya sebagai pimpinan tertinggi, meskipun kegiatannya dilimpahkan pada organisasi atau satuan unit kerja yang relevan.

  1. Dimensi Multi Bidang

Setiap organisasi / perusahaan untuk mengeksploitasi peluang bisnis yang muncul guna mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sesuai dengan misi yang telah ditentukan. Ini berarti organisasi (bisnis maupun publik) berusaha untuk mengurangi kelemahannya, dan berusaha melakukan adaptasi dengan lingkungannya. Kemudian pengertian ini menunjuk pula untuk mengurangi efek negative yang ditimbulkan oleh ancaman-ancaman.
Kemudian komponen pokok manajemen strategi adalah :

a. Analisis lingkungan

b. Analisis profil

c. Strategi untuk mencapai tujuan organisasi (bisnis maupun publik) dengan memperhatikan

d. Misi

Dengan demikian analisis lingkungan sangat penting dalam proses manajemen strategi, karena manajemen startegi bukan untuk melihat peluang-peluang (reaktif terhadap perubahan) tetapi penyusun manajemen strategi haruslah dilihat sebagai usaha untuk mengetahui sedini mungkin kekuatan dan kelemahan organisasi (bisnis/publik) agar organisasi mampu bertahan (survive) menghadapi perubahan lingkungan secara terus menerus.

Dengan demikian, analisis lingkungan bisnis hanya berusaha mengumpulkan dan menganalisis sejumlah variabel secara terbata (finite). Analisis lingkungan bisnis hendaknya tidak sampai terjerumus untuk berusaha menganalisis sebanyak mungkin variabel (infinite) lingkungan perlu dianalisis karena:

1). Agar pembuat strategi dapat mengantisipasi setiap kesempatan dan membantu mengembangkan sistem pemecahan tujuan perusahaan/organisasi.

2). Untuk dapat mengefektifkan proses manajemen strategi, karena dengan melakukan analisis lingkungan hasil yang akan diperoleh lebih efektif.

3). Untuk membantu manajer dalam meramalkan dampak lingkungan terhadap perkembangan perusahaan. Terkumpulnya berbagai organisasi dari lingkungan, memudahkan untuk membuat perencanaan jangka panjang.

Analisis lingkungan dilakukan dengan 3 (tiga) cara, yaitu :

1). Menganalis hubungan antara strategi perusahaan dan tanggapan terhadap lingkungan, yang dipakai sebagai landasan untuk membandingkan strategi yang sedang berjalan dengan strategi yang potensial yang akan datang.

2). Menganalisis kecenderungan faktor dan masalah utama yang potensial yang akan datang.

3). Mencoba meramalkan kemungkinan yang akan terjadi pada masa akan datang terhadap lingkungan.

Pada dasarnya struktur lingkungan dapat dibagi atau dibedakan menjadi dua elemen utama, yaitu :
1. Lingkungan eksternal (Makro)
2. Lingkungan internal (Mikro)

PERENCANAAN STRATEGIS

Kegiatan pokok perencanaan strategis terdiri dari 4 (empat) elemen pokok:
1. Environmental scanning (Adaptasi terhadap lingkungan )
2. Strategi formulation (Formulasi Strategi)
3. Strategi implementation (pelaksanaan Strategi)
4. Evaluation dan control (Telaah dan Pengawasan)

IMPLEMENTASI STRATEGI

Program : aktivitas atau langkah-langkah yang disusun secara sistematis sebagai penjabaran dari strategi. Anggaran; gambaran rinci tentang sumber dana yang dibutuhkan dan bagaimana penggunaannya.

Prosedur : sering disebut SOP, sistem dari langkah atau teknik yang berurutan tentang bagaimana suatu pekerjaan atau tugas dikerjakan
Standar Kinerja; ukuran target bersifat kuantitatif maupun kualitatif dari program yang dilaksanakan untuk mengetahui keberhasilan atau pencapaiannya.
Hubungan antar tingkat akhir (tujuan & sasaran) dengan alat pencapaiannya (strategi dan taktik) tidaklah mudah. Keberadaan manajemen strategi tidak untuk mendikte tujuan, sebaliknya tujuan dan sasaran harus dipengaruhi oleh peluang yang tersedia, ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam usaha pencapaian tujuan dalam perencanaan manajemen strategi antara lain :

  1. Efektif dan efesiensi

Manajemen strategi disebut efektif jika hasil yang dicapai seperti yang di inginkan. Karena kebanyakan situasi yang memerlukan analisa strategi tidak statis melainkan interaktif dan dinamis, maka hubungan antara penyebab dan hasilnya tidak tetap atau pasti. Sebaliknya taktik adalah tindakan nyata yang diambil oleh pelaku dan sepenuhnya berada dibawah pengawasan pelaku. Kebalikan dari strategi, taktik adalah internal dan kriteria yang digunakan bukanlah keefektifan melainkan efesiensi

  1. Keputusan dan Emplementasi

Keputusan manajemen strategi tidak berarti apa-apa tanpa implementasi. Strategi tergantung pada kemungkinan dan taktik yang potensial. Keputusan strategi harus dapat mencapai tujuannya. Aturan dalam manajemen strategi persaingan :

  • Proses berfikir yang mendahului tindakan
  • Pengetahuan mengenai jumlah merupkan kunci penting.
  • Menejemen strategi tindakan yang dilakukan dengan cepat akan mendominasi yang lambat.
  • Kemenangan harus menunjukkan nilai dari tujuan
  • Menyerang hanya terhadap yang dapat diserang.
  • Bertahan adalah bentuk terkuat dari persaingan
  • Superioritas dalam faktor persaingan yang mendasar adalah segalanya.
  • Tidak terkalahkan adalah merupakan pertahanan yang sebenarnya.
  • Menajemen strategi membutuhkan pengembangan kekuatan yang unik.
  1. Pertumbuhan dan Struktur Organisasi

Tahap implementasi strategi memerlukan pertimbangan dalam penyusunan struktur organisasi, karena keselarasan struktur dengan strategi merupakan satu hal yang penting untuk tercapainya implementasi strategi. Pertumbuhan organisasi terjadi kala skala organisasi berkembang. Pertumbuhan yang terjadi bisa vertical dan bisa juga horizontal. Pertumbuhan organisasi menghasilkan berbagai bentuk struktur organisasi seperti stuktur fungsional, divisional geografis, organisasi unit bisnis, organisasi matrik dan struktur organisasi horizontal. Masing-masing struktur tersebut mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing.

  1. Kepemimpinan dan Budaya Organisasi

Budaya organisasi sesungguhnya tumbuh karena diciptakan dan dikembangkan oleh individu-individu yang bekerja dalam suatu organisasi, yang diterima sebagai nilai-nilai yang harus dipertahankan dan diturunkan kepada setiap anggota baru. Nilai-nilai tersebut digunakan sebagai pedoman bagi setiap anggota selama mereka berada dalam lingkungan organisasi tersebut, dan dapat dianggap sebagai ciri khas yang membedakan sebuah organisasi lainnya.

Sebagai contoh kasus dalam sebuah organisai perusahaan misalnya yang terjadi pada PT Sido Muncul Berdiri sejak tahun 1991 dengan

visi :

“Menjadi industri jamu yang dapat memberikan manfaat pada masyarakat dan lingkungan”
Misi:

1 . Meningkatkan pelayanan dibidang herbal tradisional,

2 . Mengembangkan research yang berhubungan dengan pengembangan pengobatan dengan bahan-bahan alami,

3 . Meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya membina kesehatan melalui pola hidup sehat, pemakaian bahan-bahan alami dan pengobatan secara tradisional.

Serta secara jangka panjang mempunyai perencanaa yaitu :

“fokus pada obat alam, ekspansi keluar pasar Indonesia, pengembangan brand produk-produk sesuai kebutuhan pasar ,dengan memperkuat pasar dalam negeri, meningkatkan kapasitas pabrik, Brand Product (Kuku Bima Energi, Tolak Angin, Jamu Komplit) dan Research.

Contoh visi ,misi dan perencanaan jangka panjang perusahaan PT. SIDO MUNCUL INDONESIA, dalam mengejar sebuah kesuksesan yang bertujuan larisnya produk tesebut di pasaran, PT . SIDO MUNCUL INDONESIA membuat sebuah rumusan visi ,misi dan perencanaan jangka panjang, namun dalam melaksanakan hal tersebut , tidak lah mudah agar tercapainya hal tersebut.
Salah satu hal yang mebuat sebuah perusahaan menajadi perusahaan yang sukses dan maju dalam duni a persaingan industri yaiutu mempunyai tujuan yang jelas yang mampu menjadi pedoman untu kesusksesan perusahan tersebut. Tujuan perusahaan penting karena menjadi petunjuk/arahan bagi pengembangan jangka pendek dan jangka panjang perusahaan.

Tiga hal yang harus diperhatikan dalam menentukan tujuan perusahaan :

1. Perusahaan harus melakukan usahanya dalam aktivitas yang spesifik yang bermanfaat secara ekonomis dan sosial. Manfaat sosial berkaitan dengan pandangan konsumen bahwa tujuan perusahaan adalah “baik” dalam perspektif konsumen.

2. Perusahaan harus mengembangkan organisasi untuk terus melanjutkan usahanya dan mengimplementasikan strategi-strateginya.yaitu dengan membuat sebuah visi dan misi perusahan tersebut.

3. Perusahaan harus mendapatkan keuntungan yang cukup untuk bertahan hidup. Keuntungan dimaksud adalah jangka pendek dan jangka panjang. Akan lebih baik jika perusahaan mempunyai angka sasaran yang dituju.

salah satu cara yang dapat di tempuh untuk tercapainya semua tujuan dengan tepat sasarannya perusahaan PT . SIDO MUNCUL INDONESIA dengan selalu aktif mengkampanyekan produknya / melakukan komunikasi dengan melakukan road show kesejumlah daerah dan mempunyai program rutin bantuan sosial. Bentuk komunikasi yang dilakukan untuk mengekspos kegiatan sosial dengan menayangkan secara rutin pada media cetak maupun ektronik. Sehingga masyarakat akan lebih mengenal dan lebih cepat memilih produk yang ditawarkan. Maka dengan melakukan aktivitas tersebut masyarakat bisa tersugesti untuk menggunakan produk tersebut karna melihat informasi yang di tayangkan di media media,sehingga masyarakat yang menggunakan mendapat kepercayaan dengan menggunakan produk tersebut.

 

Strategi, Taktik dan Implementasi Managemen Strategik

March 12, 2014 on 4:16 pm | In Uncategorized | No Comments

Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.

Di dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif.

Strategi dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan waktu yang lebih singkat, walaupun pada umumnya orang sering kali mencampuradukkan ke dua kata tersebut.

Dalam kamus wikipedia, strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.

Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategos yang artinya “komandan militer” pada zaman demokrasi  Athena.

Sedangkan taktik adalah cara pencapaian tujuan dalam tingkat operasional pelaksanaan yang mempunyai rentang waktu yang relatif pendek.

Dalam bidang organisasi perusahaan seringkali kata strategi dapat mempunyai arti penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang suatu perusahaan dan alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu.

Perusahaan memiliki tujuan yang akan dicapai, dengan adanya visi dan misi dalam struktur organisasinya. Strategi sebagai visi yang akan dicapai dengan ruang lingkup yang lebih luas dan jangka waktunya yang lebih panjang. Strategi biasanya disusun olet Top Manajemen perusahaan. Sedangkan taktiknya merupakan misi-misi yang akan diterapkan dan dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi tersebut, biasanya taktik disusun dan direncanakan oleh middle manajemen

Perbedaan istilah stratregi dan taktik  menurut Fitri Lukiastuti Kurniawan dalam bukunya yang berjudul “ Manajemen Strategik dalam  Organisasi” adalah :

1.    Dari sudut pandang tingkat perilaku, strategi dikembangkan pada manajemen tingkat puncak dan berhubungan dengan pengambilan keputusan dalam level puncak, sedangkan taktik dirumuskan pada tingkat manajemen yang lebih rendah.

2.    Berdasarkan tingkat keteraturannya, perumusan strategi  adalah berkesinambungan namun tidak teratur karena harus menyesuaikan dengan dinamika yang terjadi. Sementara. Taktik ditentukan atas dasar siklus periodik dengan jangka waktu relatif tetap, seperti hanya anggaraan tahunan.

3.    Atas dasar jumlaha alternatif kemungkinan, strategi mempunyai lebih banyak pilihan daripada taktik.

4.    Dari sisi rentang waktu, strategi lebih mengarah kepada jangka panjang, sedangkan taktik lebih mengacu pada hasil dalam jangka pendek.

5.    Mengingat bahwa taktik diterapkan pada tingkatan hirarki yang lebih rendah, maka taktik cenderung lebih rinci tergambar.

Misalnya pada perusahaan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) :

Visi perusahaan :
Menjadi perusahaan penyalur sepeda motor Yamaha terbaik di Indonesia.
Misi perusahaan:
Mengembangkan bisnis melalui produk-produk Yamaha yang berkualitas asli Jepang, terdistribusi secara regional Indonesia Timur dengan dasar customer satisfaction dan information technology.

Perusahaan tersebut memiliki beberapa taktik yang akan ditempuh untuk menjadikan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mencapai tujuan atau visi perusahaannya, yakni menjadi distributor sepeda motor Yamaha terbaik di Indonesia.

Taktik 1 : Berani mengambil risiko, untuk kesempatan pertama.
Strategi ini digunakan Yamaha, untuk menyalip dominasi Honda di tikungan keragu-raguan Honda untuk me- release produk Motor tipe skutik. Sedangkan Yamaha melihatnya sebagai suatu kesempatan (dengan segala risikonya) yang harus diambil. Seakan-akan Yamaha nothing to loose dalam menjalankan strateginya tersebut, karena kalau berhasil, dia akan menjadi pioneer dan menjadi breakthrough dalam hal inovasi produk, sedangkan kalaupun gagal diterima masyarakat alhasil, Yamaha berani mengambil risiko, mengadu peruntungan dengan ‘mengambil peluang’ untuk meluncurkan skuter matic pertama di Indonesia: Yamaha Mio, pada tahun 2004! Langkah ini rupanya berjalan sukses dan berhasil menjadikan Yamaha sebagai pioneer produk skutik, sekaligus merebut pangsa pasar Honda ketika itu. Keragu-raguan Honda untuk me-release skutik pertamanya ternyata harus dibayar mahal dengan semakin kuatnya image di masyarakat bahwa motor skutik adalah Yamaha Mio. Honda Vario yang dipasarkan setelah itu pun, cukup’tergopoh-gopoh’ dalam hal penjualannya dan tidak mampu mengatasi ketangguhan penjualan Yamaha Mio. Dilain sisi, Yamaha tengah menikmati hasil  peruntungannya,serta dengan percaya diri memasang slogan “Yang lain Makin ketinggalan”.

Taktik 2 : Menciptakan proyek inovasi (Inovation Project ).
Semakin tinggi nilai inovasi suatu produk maka semakin besar peluang produk tersebut untuk diminati oleh masyarakat. Bila melihat perilaku konsumtif masyarakat Indonesia yang relative lebih tertarik dengan hal yang baru maka Yamaha perlu menciptakan berbagai inovasi pada produknya khususnya sepeda motor injeksi. Dalam hal ini inovasi (kebaruan) produk sepeda motor injeksi dapat dititikberatkan pada style produk.
Caranya adalah melahirkan produk yang lebih stylist dengan beberapa modifikasi dari produk yang sudah ada seperti V-ixion FI. Varian V-ixion FI sangat potensial untuk dijadikan proyek inovasi yaitu dengan cara meningkatkan kinerja kendaraan, kehandalan, dan nilai estetik. Selain bisa berinovasi dengan produk lama (memperbaiki mutu produk), Yamaha juga dapat melakukan inovasi pada produk baru. Dalam hal ini, Yamaha dituntut untuk berani tampil beda.

Taktik 3 : Menciptakan harga dan kualitas produk yang bersaing (Kompetitif).
Tidak dapat dipungkiri bahwa tolak ukur larisnya sebuah produk termasuk sepeda motor sangat ditentukan oleh kualitas dan harga. Semakin rendah harga produk namun kualitasnya tinggi maka itulah yang akan menjadi incaran masyarakat. Oleh sebab itu Yamaha harus mampu menekan harga jual produk sekaligus spare part nya agar lebih rendah dari pesaing lainnya. Atau dapat juga memberikan produk dengan kualitas lebih tinggi dari pesaing lainnya dengan harga yang masih bersaing.

Taktik 4 : Meningkatkan kualitas pelayanan konsumen (Exellent Service ).
Filosofi yang patut diusung oleh Yamaha adalah pelayanan prima (exellent service ) bagi konsumen. Palayanan prima yang dimaksud adalah pelayanan ( service ) Yamaha yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Pelanggan yang puas adalah seseorang yang merasa
mendapat value dari produsen. Value ini dapat berupa produk yang berkualitas, sistem yang baik bahkan berkaitan dengan emosi. Dalam konteks teori customer behavior , kepuasan dapat didefinisikan sebagai perspektif pengalaman konsumen setelah mengkonsumsi atau menggunakan suatu produk atau jasa. Oleh sebab itu, pelanggan tidak akan puas bila harapannya terhadap suatu produk belum terpenuhi.

Efektivitas Kerja

July 12, 2013 on 2:31 pm | In Uncategorized | No Comments

Download PPT

Etika Dan Keamanan SI

July 12, 2013 on 2:13 pm | In Uncategorized | No Comments

Download

Dari pengalaman berbagai organisasi dalam pemanfaatan sistem informasi, salah satu hal yang dibutuhkan adalah bagaimana setiap organisasi dapat memastikan bahwa sistem informasi yang ada memiliki etika dalam sistem pengamanan dan pengendalian yang memadai. Penggunaan sistem informasi di organisasi bukannya tanpa risiko. Penggunaan atau akses yang tidak sah, perangkat lunak yang tidak berfungsi, kerusakan pada perangkat keras, gangguan dalam komunikasi, bencana alam, dan kesalahan yang dilakukan oleh petugas merupakan beberapa contoh betapa rentannya sistem informasi menghadapi berbagai risiko dan potensi risiko yang kemungkinan timbul dari penggunaan sistem informasi yang ada. Continue reading Etika Dan Keamanan SI…

Pengembangan sistem Informasi

July 12, 2013 on 2:10 pm | In Uncategorized | No Comments

Perlunya Pengembangan Sistem

Download

Sistem lama yang perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal :

  1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
  • Ketidakberesan sistem yang lama : ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
  • Pertumbuhan organisasi : kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru, menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen. Continue reading Pengembangan sistem Informasi…

Tugas Sistem Informasi

July 12, 2013 on 2:05 pm | In Uncategorized | No Comments

Pengadaan Sistem Informasi Download

Prototipe

Suatu metode dalam pengembangan sistem yang menggunakan pendekatan untuk membuat sesuatu program dengan cepat dan bertahap sehingga segera dapat dievaluasi oleh pemakai

Hal ini berbeda dengan pendekatan SDLC tradisional (konvensional) yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menghasilkan spesifikasi yang sangat rinci sebelum pemakai dapat mengevaluasi sistem Continue reading Tugas Sistem Informasi…

Next Page »